Kilas Sejarah Jurusan Penyuluhan Peternakan STPP Bogor

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Peternakan Bogor awal mulanya bernama Sekolah Kehewanan Menengah Atas (SKMA) yang berkedudukan di Kotamadya Bogor. Berdiri atas dasar Surat Keputusan Menteri Pertanian tanggal 23 Desember 1967 Nomor SK 172/12/1967.

Nama SKMA ini berlangsung hingga tahun ajaran 1970, yang selanjutnya untuk menyesuaikan dengan Keputusan Presiden Nomor 19 tahun 1968, maka keluarlah Surat Keputusan Menteri Pertanian tanggal 1 Juni 1970 No.248/T/1970 yang merubah nama Sekolah Kehewanan Menengah Atas (SKMA) menjadi Sekolah Peternakan Menengah Atas yang disingkat menjadi SNAKMA.

Kemudian sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian tanggal 8 Desember 1975 Nomor 490/Kpts/Um/12/1975 sekolah ini tergabung dalam sistem sekolah yang disebut Sekolah Pertanian Pembangunan dengan nama tetap yaitu SNAKMA hingga disebut SPP-SNAKMA.

Mulai pada tahun 1969 SNAKMA memiliki gedung baru yang berlokasi di Jl.Ahmad Yani 70 Bogor. Kemudian dengan berkembangnya wilayah perkotaan, dirasakan lokasi di Jl. Ahmad Yani tersebut kurang cocok untuk proses belajar-menagajar bidang peternakan. Selain itu luas tanah yang digunakan untuk sekolah ini kurang memadai. Maka sambil berjalan dimulailah dengan mengambil lokasi di Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor di atas tanah seluas kurang lebih 60 % dari rencana yang ditentukan, dimana program pendidikan mulai berjalan agak stabil. Proses belajar-mengajar tengah berlangsung dengan cukup lancar, mendadak pada tahun 1974 sarana yang telah dimiliki sebagaimana tersebut di atas ditarik oleh Direktorat Jenderal Peternakan untuk menampung Proyek Penelitian dan Pengembangan Peternakan (P4) yang sekarang menjadi Balai Penelitian Ternak (BALITNAK).

Sejak tahun 1975 sekolah ini mengalami gangguan dalam menjalankan program pengajaran di lapangan praktek. Ternak yang telah dimiliki sebagai sarana praktek kemudian dilimpahkan dan dititipkan di kandang Lembaga Penelitian Penyakit Hewan (LPPH). Namun dengan perjuangan Bapak Kepala Sekolah (pada waktu itu Bapak Drs.M. Samad S.) yang tidak bosan-bosan dan tidak lelah akhirnya apa yang telah hilang mendapatkan penggantinya, dengan diperolehnya bantuan dari Bank Dunia yang dituangkan dalam IDA No.2881ND. Sekolah ini mendapatkan kampus baru di atas tanah seluas 56,7 Ha yang terletak di Desa Cinagara Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, dengan sarana pendidikan yang lengkap, perumahan guru dan pegawai serta asrama siswa-siswi. Pemakaian kampus Cinagara ini diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 28 Januari 1978.

Pada tahun 1987 sekolah ini tidak lagi menerima siswa baru. Karena berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 1/kpts/DL.210/I/1987 tanggal 3 Januari 1987 berdirilah program D III Pendidikan dan Latihan Ahli Penyuluhan Pertanian Bogor ( Diklat APP Bogor) dan memperoleh pengesahan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 094a/D/1990 tanggal 6 Februari 1990. Selanjutnya Diklat APP Bogor berkembang menjadi Akademi Penyuluhan Pertanian (APP) Bogor berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 124/Kpts/OT.210/2/93.

Perkembangan selanjutnya, dengan persetujuan Menpan No. 152/M.PAN/6/2000 tanggal 18 Juni 2000 dan persetujuan Mendiknas No. 59020/MPN/2000 tanggal 27 Oktober 2000, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Keppres No. 50 tahun 2001 tanggal 11 April 2001 tentang Akademi Penyuluhan Pertanian ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor.